Catatan Perjalanan Ketua Umum JSIT Indonesia Salurkan Bantuan di Aceh

Oleh : H. Ahmad Fikri, M. Pd., NLP (Ketua Umum JSIT Indonesia) Perjalanan Tim JSIT Peduli ke Sigli, Pidie Jaya, dan Bireuen Aceh beberapa hari ini bukan sekadar kunjungan kemanusiaan, tetapi sebuah perjumpaan batin dengan keteguhan dan luka yang nyata. Kami menyaksikan langsung rumah-rumah para guru yang hancur luluh lantak, sebagian hanya menyisakan puing dan kenangan. Di tengah reruntuhan itu, para guru menyambut kami dengan wajah lelah namun penuh kesabaran—mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman bagi keluarganya. Ada air mata yang tertahan, ada harapan yang masih Selanjutnya …

Tanggapi Putusan MK, JSIT Indonesia Usulkan Voucher Pendidikan untuk Anak Sekolah

Jakarta (29/06) — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, melalui Ketua Umumnya Fahmi Zulkarnain, mengusulkan penerapan sistem Voucher Pendidikan sebagai langkah strategis untuk menjamin keadilan pembiayaan pendidikan dasar. Usulan ini merupakan respons terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3/PUU-XXII/2024 yang menegaskan kewajiban negara menjamin pendidikan dasar tanpa biaya, baik di sekolah negeri maupun swasta, sesuai Pasal 34 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Fahmi Zulkarnain menjelaskan selama ini implementasi ‘pendidikan tanpa biaya’ lebih banyak berfokus pada sekolah negeri, sehingga menciptakan kesenjangan bagi siswa di sekolah Selanjutnya …

Merindukan Keberkahan Munas 6 JSIT Indonesia : Sebuah Refleksi Kolektif

Oleh : Kurniawan Sulaeman, (Tim PUSDIKLAT JSIT Indonesia) Munas bukan sekadar forum musyawarah, tapi juga momen kebersamaan yang mendalam dan menggerakkan hati. Inilah yang dirasakan banyak peserta Munas 6 JSIT Indonesia. Melalui sebuah polling yang dilakukan di saluran komunikasi JSIT, ratusan partisipan membagikan apa yang paling mereka rindukan dari suasana Munas. Dari hasil polling ini, terlihat jelas bahwa Munas telah menjadi lebih dari sekadar pertemuan organisasi – ia adalah ruang spiritual, inspiratif, dan emosional yang memperkuat ukhuwah dan semangat perjuangan pendidikan Islam. 1. Suasana Spiritual yang Menguatkan Ruhiyah Peringkat teratas Selanjutnya …

Rupanya Pendiri JSIT Indonesia Pernah Belajar di Sekolah Milik Musisi Asal London Yusuf Islam

Oleh : Azwar Tahir (Guru SIT Ulinnuha Sorowako, Sulawesi Selatan) Baru tahu. Rupanya di masa merintis Sekolah Islam Terpadu (SIT), Dr. Fahmi Alaydroes, salah seorang konseptor melakukan studi banding ke Inggris untuk belajar dari sekolah yang diinisiasi Yusuf / Cat Stevens. Konseptor SIT juga belajar dari lembaga pendidikan di Jerman dan Malaysia. Bagi yang mungkin awam soal Yusuf / Cat Stevens, beliau adalah musisi asal West End, London. Superstar di zamannya. Selepas memeluk Islam, atensinya sempat beralih. Ia ingin membangun keluarga dan hidup lebih religius. Pemilik nama asli Stephen Demetre Selanjutnya …

Menyongsong Indonesia (C) Emas 2045

Oleh : Ramdan Hamdani (Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial) Indonesia akan menjadi negara tangguh, inklusif dan mandiri di tahun 2045. Pembangunan 20 tahun ke depan diharapkan dapat mendorong Indonesia bertransformasi menuju peradaban masyarakat yang modern dan sejahtera. Itulah salah satu narasi yang penulis kutip dari laman www.indonesia2045.go.id. Melalui narasi semacam ini pemerintah nampaknya ingin menanamkan rasa optimisme sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa suatu saat nanti kita akan mampu berdiri sejajar dengan negara – negara maju. Pertanyaannya, akankah masa itu benar – benar tiba ? Bagi mereka yang percaya dengan obrolan di Selanjutnya …

Peran Pajak dalam Kurikulum Merdeka Menyambut Visi Indonesia Emas 2045

Oleh : Eni Triani Yuliana, M.Pd (Guru SMPIT Tunas Mulia, Wonosari, Gunungkidul, DI. Yogyakarta) Pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki 100 tahun kemerdekaan. Pemerintah menetapkan visi yang termuat gambaran kondisi Indonesia pada 100 tahun kemerdekaan dan peta jalan untuk mencapai kondisi ideal pada tahun 2045. Menuju usia satu abad, pembangunan Indonesia akan berfokus pada empat pilar pembangunan yaitu: Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan. Keempat pilar pembangunan yang disusun menuju Indonesia Emas tidak terlepas dari dukungan Selanjutnya …

Sastra Masuk Kurikulum, Sebuah Keprihatinan bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Oleh : Sarni S. Walanda (Kepala Sekolah SMA IT Albina Kota Ternate) “Membaca buku – buku yang baik berarti memberi makan rohani yang baik (Buya Hamka)” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sastra adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari). Sementara menurut Wellek & Warren (2016: 3), sastra adalah sebuah kegiatan kreatif, sebuah karya seni. Dari pengertian di atas maka bisa diartikan sastra adalah seni yang dilukiskan dalam kata-kata namun dengan diksi yang bisa membangkitkan semangat, sebagai sarana ekspresi cinta, kasih dan sayang. Sastra bisa Selanjutnya …

Quo Vadis Anggaran Pendidikan untuk Rakyat ?

Oleh : Fahmi Zulkarnain, M. Pd. (Ketua Umum JSIT Indonesia) Undang-Undang Dasar 1945 telah menetapkan alokasi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Ketentuan ini sejalan dengan komitmen negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Namun, bagaimana alokasi ini direalisasikan dalam anggaran negara? Mari kita telaah lebih dalam. Mandat konstitusional untuk ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ menurut pandangan kami, adalah untuk kepentingan 50 juta siswa dan 7,3 juta mahasiswa Indonesia yang merupakan masa depan bangsa ini. Oleh karena itu, alokasi 20 persen dari APBN Selanjutnya …

Mendidik Anak, Mendidik Diri Sendiri

Oleh: Anisa Fitriany Sholehah (Guru SDIT Insan Rahayu – Bandung) Berbagai macam definisi mengenai ke-shalih-an seseorang itu terkadang kurang jelas dan terkesan bias secara arti dan pemaknaan. Kurangnya kesadaran bahwa segala bentuk pertanyaan salah satunya terdapat pada ayat-ayat-Nya. Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an: وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar kamu bersyukur (QS. an-Nahl ayat 78). Hasil pentadaburan Selanjutnya …

Tips dan Trik Membangun Karakter Anak Diera 5.0

Oleh : Syabandi, S.Pd.I, M.Pd. (Sekretaris JSIT Wilayah Kalimantan Barat dan Kepala Sekolah SDIT Alkarima) Pada era Society 5.0 segala aspek kehidupan berkaitan dengan teknologi. Hal tersebut telah membuat manusia harus berpikir kritis serta mampu beradaptasi dan berinovasi. Memasuki era baru ini, diharapkan manusia bisa terus mengembangkan diri bersamaan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berbeda saat awal kemerdekaan, pendidikan banyak menitik berat pada aspek moral. Tantangan saat itu tidak terlalu banyak dan sulit. Peran orang tua yang dominan, secara positif akan mempengaruhi karakter dan kepribadian anak di rumah dan Selanjutnya …