Catatan Perjalanan Ketua Umum JSIT Indonesia Salurkan Bantuan di Aceh

Oleh : H. Ahmad Fikri, M. Pd., NLP (Ketua Umum JSIT Indonesia)

Perjalanan Tim JSIT Peduli ke Sigli, Pidie Jaya, dan Bireuen Aceh beberapa hari ini bukan sekadar kunjungan kemanusiaan, tetapi sebuah perjumpaan batin dengan keteguhan dan luka yang nyata.

Kami menyaksikan langsung rumah-rumah para guru yang hancur luluh lantak, sebagian hanya menyisakan puing dan kenangan. Di tengah reruntuhan itu, para guru menyambut kami dengan wajah lelah namun penuh kesabaran—mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman bagi keluarganya. Ada air mata yang tertahan, ada harapan yang masih dijaga, meski hidup seakan runtuh dalam sekejap.

Di sekolah-sekolah yang kami kunjungi, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Bangunan sekolah nyaris tak bisa digunakan; lumpur tebal masih menyelimuti halaman dan ruang kelas, merusak meja, kursi, lemari arsip, alat belajar, hingga media pendidikan yang selama ini menjadi sarana mencerdaskan anak-anak.

Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan penuh harapan kini berubah menjadi saksi bisu bencana. Proses belajar mengajar praktis terhenti, bukan karena hilangnya semangat, tetapi karena keterbatasan yang begitu nyata dan mendesak.

Lebih dalam lagi, kami mendengar kegelisahan para guru tentang masa depan mereka. Banyak orang tua murid yang terdampak berat secara ekonomi sehingga tak lagi memungkinkan membayar SPP, kondisi yang berpotensi membuat para guru tidak menerima gaji dalam waktu yang tidak singkat.

Di sinilah kami sadar, bantuan yang diberikan hari ini bukan hanya tentang membangun kembali bangunan, tetapi tentang menjaga nyala pengabdian para guru agar tetap hidup. Donasi kita adalah harapan bagi para guru untuk bertahan, bagi sekolah untuk bangkit, dan bagi anak-anak untuk kembali bermimpi.

Bersama, mari kita pastikan mereka tidak berjalan sendiri melewati masa sulit ini. Terima kasih kepada antum semua yang terus melakukan penggalangan donasi, agar saudara-saudara kita yang tengah berjuang dalam dakwah berbasis pendidikan ini terus bisa mengawal dakwah dan kebaikan di tengah-tengah bencana yang mereka alami.

Note: Hingga catatan ini dibuat, beberapa SIT di wilayah Aceh masih belum dapat dikontak dan dihubungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*