Medan (10/11) — Musyawarah Wilayah (Muswil) VI JSIT Sumatera Utara telah sukses digelar di BBGTK (Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan, pada Sabtu, (08/11/2025).
Acara dihadiri berbagai tokoh dan pejabat penting, baik dari unsur eksternal maupun internal JSIT.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga SIT di seluruh wilayah Sumatera Utara, serta membahas strategi pengembangan pendidikan Islam di daerah ini.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum JSIT Indonesia, Askari Chalil,
menekankan pentingnya Muswil sebagai momentum strategis bagi JSIT wilayah untuk melakukan evaluasi program, reorganisasi kepengurusan, dan penguatan arah gerak Sekolah Islam Terpadu di daerah.
“Musyawarah Wilayah (Muswil) bukan hanya agenda lima tahunan, tetapi merupakan momentum strategis bagi JSIT wilayah untuk melakukan evaluasi program, reorganisasi kepengurusan, dan penguatan arah gerak Sekolah Islam Terpadu di daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang,
Samsuar Sinaga, memberikan sambutan inspiratif tentang makna mendidik dengan hati dan keteladanan guru.
“Mendidik dengan cinta, semoga kita menjadi guru yang dikenang setelah tiada, guru yang dicari saat tiada, dan guru yang dicintai saat ada,” katanya.
Sementara Ketua JSIT Sumatera Utara, Asvet Tarigan juga menekankan pentingnya keteraturan dan kebersamaan dalam organisasi.
“Allah SWT menyukai barisan yang teratur sebagaimana dijelaskan dalam QS. As-Shaff ayat 4. Ayat ini menyatakan bahwa Allah mencintai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seumpama bangunan yang tersusun kokoh,” ujarnya.
Muswil VI JSIT Sumatera Utara ini dihadiri perwakilan yayasan, kepala sekolah, pengurus JSIT daerah, serta para tamu undangan dari lembaga mitra pendidikan.
JSIT Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun pendidikan Islam di daerah ini, serta meningkatkan kualitas pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa.
