JSIT Indonesia Perkuat Penjaminan Mutu Sekolah melalui Rapat Koordinasi Bidang 1

Jakarta (01/02) — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Bidang 1 (Diktasmen dan Penjaminan Standar Mutu) dengan seluruh Penjaminan Standar Mutu JSIT Wilayah se-Indonesia sebagai langkah strategis untuk menguatkan implementasi framework penjaminan mutu sekolah Islam terpadu secara nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pusat, wilayah, badan, dan departemen terkait, dengan partisipasi lebih dari 140 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Pa Ahmad Fikri, Ketua Umum JSIT Indonesia menegaskan bahwa isu utama yang harus dijawab dalam periode kepengurusan 2025–2029 adalah bagaimana memastikan seluruh anggota JSIT benar-benar merasakan manfaat nyata dari sistem penjaminan mutu.

Oleh karena itu, Standar Mutu JSIT ditegaskan sebagai alat komunikasi bersama yang menjadi dasar orientasi, implementasi, penguatan, serta evaluasi berkelanjutan di sekolah-sekolah anggota.

Framework penjaminan mutu yang dipaparkan menekankan tiga proses utama, yaitu orientasi standar mutu, implementasi di satuan pendidikan, dan penguatan praktik melalui pendampingan, monitoring, serta evaluasi berkala.

Proses ini diawali dengan baseline pemetaan mutu sekolah, yang selanjutnya digunakan untuk melihat pertumbuhan dan capaian mutu sekolah dari waktu ke waktu, termasuk pemetaan kekhasan dan potensi keunggulan sekolah Islam terpadu.

Pada tahap lanjut, JSIT Indonesia juga merencanakan piloting sekolah unggul serta pelaksanaan monitoring and evaluation (Monev) berjenjang untuk memastikan keterukuran, keterpantauan, dan keberlanjutan program.

Data dan analisis hasil monev akan menjadi dasar penguatan kebijakan, bahkan memungkinkan dilakukannya reorientasi program apabila ditemukan kebutuhan yang mendesak dan signifikan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Bidang 1 Diktasmen dan Penjaminan Standar Mutu, Endah menegaskan bahwa kerja penjaminan mutu merupakan kerja berjamaah, bukan kerja individu.

“Dengan keterbatasan jumlah tim di tingkat pusat, peran wilayah menjadi kunci utama sebagai motor penggerak implementasi standar mutu di daerah. Target besar yang dicanangkan adalah minimal 90% sekolah anggota JSIT terakses informasi standar mutu, mengimplementasikannya, dan menunjukkan dampak nyata dalam peningkatan kualitas sekolah.

Rapat koordinasi ini menjadi titik awal konsolidasi kerja Bidang 1 dan badan-badan terkait untuk menyatukan pemahaman, menyepakati indikator kinerja, serta menyiapkan langkah kolaboratif selama empat tahun ke depan.

Melalui penguatan sistem penjaminan mutu yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, JSIT Indonesia menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Sekolah Islam Terpadu yang bermutu, berdampak, dan berkontribusi bagi kejayaan pendidikan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*