Sidoarjo (08/12) — Ruang ballroom Favehotel Sidoarjo mendadak hening ketika nama Moch. Edris Effendi, kembali disebut sebagai ketua terpilih. Di tengah riuhnya Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Timur, Minggu (7/12) siang.
Keputusan itu lahir bukan lewat voting ketat, melainkan mufakat bulat dari Tim Formatur. Tanpa kompetisi—justru menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap sosok Edris.
Tim Formatur terdiri dari lima unsur: dua pengurus wilayah, dua peserta sidang, dan satu perwakilan Pengurus Pusat JSIT Indonesia.
Setelah menetapkan ketua, tim langsung merampungkan struktur inti hingga terbitnya SK resmi bernomor 025/SK/JSIT/XII/2025.
Susunan Pengurus JSIT Jawa Timur 2025–2029Berdasarkan SK yang ditandatangani Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, M.Pd., NLP, berikut komposisi kepengurusan baru :
Ketua Dewan Pengawas: Anton Timur, M.Pd.
Ketua JSIT Jawa Timur: Moch. Edris Effendi, ST, M.PSDM
Sekretaris: Alief Nuryadi, S.S, M.Pd, M.M
Bendahara: Kholifah, S.Pd.
Kabid Penjaminan Standar Mutu SIT: Novita Mauris, S.Si, MM
Kabid Pembinaan Karakter Guru & Siswa: Siswandi, S.Pd.
Kabid Pembinaan Prestasi Guru & Siswa: Anang Tri Wahyudi, S.Pd, Gr.
Kabid Pembinaan Orang Tua, Sosial Kemanusiaan & Kemitraan: Anita Rohmi, ST.
Struktur ini menjadi fondasi baru bagi penguatan mutu pendidikan SIT di Jawa Timur selama empat tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Edris tidak menutupi perasaannya. Ia mengaku tidak sepenuhnya nyaman ketika kembali diminta memimpin—sebuah kejujuran yang langsung mendapat simpati para peserta.
“Ini amanah berat. Mohon dukungan dan doa. Jika kami keliru, tolong ingatkan. Jangan biarkan kami berjalan sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di JSIT bukan milik satu orang, tetapi kerja kolektif seluruh pengurus dan sekolah SIT di Jawa Timur.
“Semua pengurus punya tugas di lembaganya masing-masing. Jika JSIT ini besar, manfaatnya kembali ke sekolah. Kita ingin guru-guru yang aktif di JSIT profesional, bisa membagi waktu, dan maju bersama,” tambahnya.
Wakil Sekretaris Umum JSIT Indonesia, Parina, M.Pd, hadir mewakili Ketua Umum JSIT Indonesia dalam prosesi pelantikan. Ia menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada pengurus baru.
“Semoga pengurus yang dilantik mampu menjaga adab berjamaah, menjaga kesatuan fikroh, dan menjalankan amanah Muswil dengan penuh komitmen,” ujarnya.
Pelantikan oleh Parina menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Muswil VI JSIT Jatim.600 Peserta Hadir, Muswil Diwarnai Energi Kolaboratif
Muswil VI yang digelar 6–7 Desember menghadirkan sekitar 600 peserta dari berbagai kabupaten/kota.
Forum empat tahunan ini bukan hanya arena pemilihan ketua, tetapi juga ruang konsolidasi besar bagi seluruh ekosistem pendidikan Islam terpadu di Jatim.
Acara juga diisi seminar Framework JSIT, lokakarya ketua yayasan, hingga penampilan seni dan penggalangan dana kemanusiaan.
Dengan kembali terpilihnya Moch. Edris Effendi sebagai ketua, JSIT Jawa Timur memasuki babak baru—periode yang diharapkan lebih solid, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi 437 sekolah SIT yang berada di bawah naungannya.
