Jakarta (09/10) — Para guru dari perkumpulan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia diundang dan terlibat dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Guru SMA/Sederajat Wilayah Jabodetabek dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025.
Kegiatan yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 8–12 Oktober 2025 meliputi Sharia Forum, Sharia Fair (pameran), dan Sharia Education & Literacy, dengan berbagai acara seperti talkshow, seminar, kompetisi (termasuk kuliner dan fashion), serta pameran produk halal.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah Hayati Zahri mengatakan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah global.
“Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal dengan memperkuat literasi dan inklusi ekonomi syariah di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dalam konteks pendidikan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman ekonomi syariah kepada generasi muda,” ujar Hayati.
Ketua Bidang 1 Pendidikan Dasar dan Menengah JSIT Indonesia, Endah Tri Kusumawati mengatakan sebagai lembaga pendidikan Islam, Sekolah Islam Terpadu (SIT) memiliki visi besar untuk menjadi penggerak dan pemberdaya sekolah Islam dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuju kejayaan Indonesia.
“Sejalan dengan visi tersebut, JSIT Indonesia mengambil peran aktif dalam kegiatan ISEF 2025 dengan mengutus 25 guru SMA dari wilayah Jabodetabek sebagai perwakilan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat implementasi dan pengembangan kurikulum ekonomi syariah di sekolah-sekolah Islam terpadu di seluruh Indonesia,” ujar Endah.
Keterlibatan guru JSIT Indonesia dalam ISEF 2025, kata Endah, menjadi upaya nyata memperkuat literasi ekonomi syariah di sekolah.
“Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong pengembangan kurikulum yang relevan sehingga lahir generasi unggul yang siap berkontribusi bagi kejayaan Indonesia melalui ekonomi syariah,” tutup Endah.
